Gerakan Literasi Sekolah Menulis di MTs. Muhammadiyah 06 Sugihan Solokuro Lamongan

  • Nadia Arifia Institut Pesantren Sunan Drajat
  • Abd. Hadi Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan
Keywords: Manajemen, literasi, Sekolah Menulis, Karya Siswa

Abstract

Gerakan literasi sekolah merupakan program pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Harapan dari gerakan ini untuk mengembangkan kompetensi peserta didik pada abad 21, yakni kempetensi literasi dan numerasi. Pada tataran implementasi di lembaga  pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat sebuah buku panduan agar proses implementasi pada satuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar dan memperoleh hasil maksimal. Salah satunya adalah terfasilitasinya bakat yang dimiliki peserta didik. Tindak lanjut dari kebijakan kementerian tersebut direspon dengan cepat dan apik oleh civitas MTs. Muhammadiyah 06 Sugihan Solokuro Lamongan, sehingga sekolah ini menjadi salah satu icon sekolah swasta pertama setingkat SLTP/MTs yang memulai Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Kabupaten Lamongan. penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pnegumpulan data. Hasil penelitian dari manajemen kepala madrasah dalam implementasi gerakan literasi sekolah khususnya pada aspek menulis adalah dengan menggunakan empat fungsi manajemen. Pertama, perencanaan dalam hal ini, merumuskan tujuan yang ingin dicapai. Kedua yaitu fungsi pengorganisasian, membagi tugas kepada para pelaku gerakan literasi sekolah. Ketiga, pelaksanaan yang dilakukan adalah menyesuaikan dengan apa yang telah direncanakan ditambah dengan motivasi disetiap tugasnya. Keempat, fungsi evaluasi, dengan melakukan perbaikan. Faktor pendukung dalam implementasi gerakan literasi menulis peserta didik  adalah 1). Antusias kepala madrasah; 2). Dukungan stakeholder; 3). Antusias peserta didik; 4). Lingkungan yang bersahabat. Faktor penghambat dalam implementasi gerakan literasi menulis peserta didik  adalah 1). Kemampuan peserta didik tidak merata; 2). Peserta didik tidak mengumpulkan karya tepat waktu/kedisiplinan kurang. Sehingga perlu adanya perlibatan seluruh komponen di madrasah agar problematika bisa teratasi dengan baik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amrullah dan Haris Budiyono, Pengantar Manajemen. Yogyakarta:Graha Ilmu, 2004.

Barnawi dan M. Arifin, Strategi & Kebijakan Pembelajaran Pendidikan. Yogjakarta:Ar-Ruzz Media, 2013.

Faizah, Dewi Utama. Dkk. Pengantar dalam Panduan Gerakan Literasi Sekolah Di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, 2016.

Moeleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006.

Safrida Hafni, dkk, Gagasan Manajemen. Jakarta:Yayasan Kita Menulis:2020.

Saputra, Azwir. “Manajemen Pelaksanaan Program Penguatan Insfraktuktur Perdesaan Di Desa Rasik Serai Barat Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis”Jom Fisip, Vol 3 No.2 (Oktober:2016): 6.

Satgas Gerakan Literasi Sekolah Kemendikbud, Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud 2019.

Sule, Ernie Trisnani. dan Kurniawan Saefullah. Pengantar Manajemen. Jakarta:Kencana, 2010.

Syafaruddin, Manajemen Lembaga Pendidikan Islam. Ciputat: Ciputat Press, 2005.

Published
2021-01-31
How to Cite
Arifia, Nadia, and Abd. Hadi. “Gerakan Literasi Sekolah Menulis Di MTs. Muhammadiyah 06 Sugihan Solokuro Lamongan”. Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan 3, no. 1 (January 31, 2021): 52-60. Accessed April 17, 2021. http://ejournal.insud.ac.id/index.php/MPI/article/view/138.
Section
Articles