MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SDN BANJARWATI LAMONGAN

  • Hikmatul Fitriya Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan
  • Muh. Hasyim Rosyidi Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan
Keywords: Budaya religius;, Kepala Sekolah;, Manajemen.

Abstract

Manajemen kepala sekolah dalam menumbuhkan budaya religius peserta didik di SDN Banjarwati dikarenakan banyak sekolah saat ini dipenuhi oleh generasi milenial, begitupun di SDN Banjarwati. Generasi milenial saat ini sangat minin pengetahuan agama islam, untuk itu pihak sekolah berusaha tidak hanya mengajarkan materi agama islam tetapi juga praktek kegiatan religius sebagai bentuk implementasi dari materi tersebut. Kegiatan-kegiatan religius pasti ada struktur manajerialnya, untuk itu kepala sekolah hendaknya memiliki kompetensi manajerial yang baik. Guna mengetahui permasalahan dan mendapatkan data yang akurat, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara serta dokumentasi. Dan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif.

Dari penelitian ini dapat dikatakan bahwa Manajemen kepala sekolah dalam menumbuhkan budaya religius peserta didik di SDN Banjarwati adalah suatu bentuk usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara mengadakan berbagai program yang dapat membentuk karakter religius peserta didik sehingga nantinya dapat menjadi suatu kebiasaan berperilaku dan bertindak yang baik bagi peserta didik serta dapat menjadikan peserta didik yang berakhlakul karimah. Sementara itu, Upaya-upaya yang dilakukan kepala sekolah untuk menumbuhkan budaya religius peserta didik yakni dengan cara mengadakan dan menerapkan kegiatan-kegiatan yang bersifat islami. Adapun kegiatan-kegiatan religius yang diadakan SDN Banjarwati yakni: a) Apel Pagi atau Do’a Bersama Sebelum Memasuki Ruang Kelas, b) Sholat Dhuha, c) Sholat Dhuhur Berjama’ah, d) Membaca Al-Qur’an, Juz Amma dan Asma’ul Khusnah. Adapun faktor pendukung kepala sekolah dalam menumbuhkan budaya religius peserta didik yakni: a) Guru yang kompeten dalam bidangnya dan sangat memperhatikan kondisi pendidikan, b) Tersedianya fasilitas musholah, c) Semangat kepala sekolah dan dewan guru, d) Antusiasme peserta didik dalam mengikuti kegiatan religius, e) Ketersediaan buku/kitab pegangan siswa. Sedangkan faktor penghambat kepala sekolah dalam menumbuhkan budaya religius peserta didik yakni: a) Dana sebagai faktor pengahambat paling utama, b) Jumlah guru yang terbatas, c) Guru yang lebih mementingkan kepentingan pribadinya, d) Peserta didik yang membandel tidak mengikuti kegiatan-kegiatan religius.

References

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002.

Azwar, Saifuddin. Metode Penelitian, Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar, 2005

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014.

Nazir, Moh. Metode Penelitin. Jakarta: PT Ghalia Indonesia, 2003

Sukamdinata, Nana Syaodah. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008.

Saefullah, Manajemen Pendidikan Islam. Bandung: CV Pustaka Setia, 2012

Sugiyono, Metode Penelitian. Bandung: Penerbit Alfa Beta, 2015.

_______, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2016.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab 1 Ketentuan Umum pasal 1 ayat 1

Wahjosumidjo. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Rajawali Pers, 2008

Published
2020-07-31
How to Cite
Fitriya, Hikmatul, and Muh. Hasyim Rosyidi. “MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SDN BANJARWATI LAMONGAN”. Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan 2, no. 2 (July 31, 2020): 1-12. Accessed January 25, 2021. http://ejournal.insud.ac.id/index.php/MPI/article/view/95.