Peran Kepala Sekolah dalam Aktualisasi Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) di SMPN 13 Malang

  • Rr. Kusuma Dwi Nur Ma'rifati Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban
  • Fahrur Rosikh Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan
Keywords: Kepemimpinan;, Manajemen;, Mutu;, Peran;, Sekolah;

Abstract

Iklim birokratisasi dalam dunia pendidikan begitu kental, terbukti dengan begitu dominannya penguasa dalam pengambilan kebijakan pendidikan. Ironisnya kebijakan yang diambil terjadi tumpang tindih khususnya kebijakan yang dulunya sentralistik bermasalah pada kebijakan otonomi pendidikan. Sehingga berpengaruh pada peningkatan mutu satuan pendidikan. Adanya tumpang tindih kebiajakan berpengaruh pada kebijakan yang dilakukan pemimpin lembaga, dalam hal ini kepala sekolah. Karena, maju mundurnya sebuah institusi sangat dipengaruhi oleh kebijakan kepala sekolah. Sehingga dapat dikatakan bahwa peran kepala sekolah begitu signifikan dalam melaksanakan program-program yang nantinya akan berdampak kepada mutu satuan pendidikan. Fokus artikel ini mencoba memotret bagaimana peran kepala sekolah dalam MPMBS di SMPN 13 Malang. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan adanya pemahaman konsep MPMBS dengan baik, dengan ditunjukkan kinerja kepala sekolah yang telah mengarah pada pengembangan visi sekolah yang realistis dan rasional. Peran yang dilakukan dalam aktualisasi MPMBS yakni sebagai: (a) manajer: dengan membuat perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan warga sekolah serta mengawasi pelaksanaan peningkatan mutu sekolah. (b) pendidik: meningkatkan kualitas guru dengan mengirim mengikuti pelatihan, seminar, dan MGMP. Serta meningkatkan prestasi siswa dengan menambah jam pembelajaran, mengadakan try out, dan mengembangkan ekstrakurikuler (c) supervisor: melakukan pengawasan dan pengendalian dalam meningkatkan kinerja PTK dan menyelesaikan permasalahan guru secara baik; (d) pemimpin: melibatkan warga sekolah dalam pengambilan kebijakan. Dari hal diatas dalam implementasi MPMBS direkomendasikan pentingnya kepala sekolah yang berkemampuan, kemauan dan komitmen yang tinggi kearah kemajuan sekolah yang berorientasi pada kemajuan IPTEK agar tercapai sebuah visi yang telah direncanakan secara maksimal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, Muzayyin Kapita Selekta Pendidikan Islam. Jakarta Bumi Aksara, 2003.

Danim, Sudarwan Visi baru Manajmen Sekolah. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006.

Hadiyanto, Mencari Sosok Desentralisasi Manajemen Pendidikan Dini Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta, 2004.

Moeloeng, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif . Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000.

Mu’arif, Wacana Pendidikan Kritis. Jogjakarta: IRCiSoD, 2005.Mulyasa, E. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.

Purwanto, Ngalim. Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1990.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah

S. Supriono dan Achmad Sapari. Manajemen Berbasis Sekolah. Jabang Jatim: Anggota IKAPI, , 2001.

Published
2020-07-31
How to Cite
Ma’rifati, Rr. Kusuma Dwi Nur, and Fahrur Rosikh. “Peran Kepala Sekolah Dalam Aktualisasi Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) Di SMPN 13 Malang”. Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan 2, no. 2 (July 31, 2020): 51-59. Accessed May 15, 2021. https://ejournal.insud.ac.id/index.php/MPI/article/view/100.
Section
Articles